Bad Lieutenant (1992)

28 03 2008

bad_lieutenant.jpg

directed by Abel Ferrara

Setelah menonton Dangerous Games (dengan Harvey Keitel sebagai salah satu aktor utamanya), saya menjadi tertarik dengan film - filmnya yang lain. Di mata saya, Abel Ferrara termasuk salah satu sutradara menarik karena range filmnya yang cukup luas, dari film exploitation gore sampai film drama seperti King of New York.

Bad Lieutenant sendiri bercerita tentang seorang polisi dengan attitude yang sangat bad. Namun arti bad disini bukan seperti di film Hollywood dimana bad = cool. Harvey Keitel menjadi seorang polisi yang sudah muak dan jenuh dengan hidupnya sendiri. Ia seperti kehilangan arah dan semakin lama semakin hancur dalam aktivitas narkoba dan perjudiannya. Pada suatu hari, ia menerima kasus dimana seorang suster gereja diperkosa oleh 2 orang secara brutal di dalam gereja ini. Pertemuannya dengan suster inilah yang akan mengubah hidupnya.

Tak disangka film ini menjadi salah satu film religius yang paling kuat dari yang pernah saya tonton. Dengan ajaran agama Katolik sebagai landasan dalam film ini, Abel Ferrara ingin mengangkat tentang proses penebusan seorang pendosa seperti polisi itu dan bagaimana suatu kepercayaan bisa mengubah pandangan dan jalan hidupnya. Pada Adegan - adegan awal, kita diberi suguhan tentang bagaimana hancurnya hidup si polisi. Ada beberapa adegan yang paling kuat dalam menggambarkan betapa menyedihkannya hidup si polisi :

1. Adegan si polisi yang telanjang bulat dan mengepakkan tangannya seakan - akan ingin terbang.

2. Adegan masturbasi si polisi dengan dua perempuan di dalam mobil.

Harvey Keitel bermain sangat luar biasa di film ini. Ia menampilkan suatu lapisan emosi yang sangat dalam dan kuat yang membuat kita menjadi bersimpati dengan nasibnya. Bisa dibilang, Bad Lieutenant tidak akan bisa sebaik ini tanpanya.

Beberapa komentar mengatakan kalau Bad Lieutenant memiliki kekurangan dalam segi penceritaan. Mereka pada umumnya kecewa dengan alur cerita yang sederhana. Namun film ini memang seluruhnya merupakan suatu studi karakter tentang penebusan dan penyesalan manusia atas dosanya. Dengan rating NC-17, tak banyak yang menyangka kalau film ini justru dapat menghadirkan suatu kisah religius yang sangat kuat dan mengharukan.

04721.jpg